Jakarta, Harian Umum-Allah SWT menjadikan cahaya atau nur yang disebut Nur Muhammad SAW sebagai ciptaanNya yang pertama kali Ia buat. Nur Muhammad tercipta dari sifat Jamal-Nya (keindahanNya).
Secara wujud fisik, memang Nabi Adamlah bapak moyang kita. Namun bapak moyang (secara) rohani umat manusia dan makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya sesungguhnya adalah Nabi Muhammad meski secara wujud fisik belumlah ada.
Rajanya para wali Allah, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, Nabi besar Muhammad SAW pernah bersabda bahwa yang mula-mula diciptakan oleh Allah adalah ruh Muhammad.
"Ia diciptakan dari cahaya ketuhanan," kata Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitabnya Sirr Al-Asrar Fi Mayahtaj Ilayh Al-Abrar.
Selanjutnya Nabi SAW bersabda, yang pertama kali diciptakan adalah Qalam (pena) dan Aql.
Jadi, harus dimengerti bahwa yang pertama kali diciptakan Allah atau dilahirkan oleh Allah SWT adalah suatu realitas yang gaib dan yang bersifat ruhani yang disebut Nur, Ruh, Qalam dan Aql.
"Ia adalah suatu realitas yang memiliki banyak nama menurut fungsinya dan dari sudut mana kita memandangnya," katanya.
Sementara itu, sudah disepakati mayoritas agama kalau Nabi Adam-lah manusia pertama di dunia. Kisah Nabi Adam terdapat dalam beberapa surat Alquran. Alquran bahkan mengulang-ulang kisah Adam tidak lain kecuali karena banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Adam terutama tatkala dia digoda oleh Iblis. Hal ini menjadi peringatan kepada kita bahwasanya permusuhan kita terhadap Iblis dan keturunannya telah berlangsung sejak lama sekali.
Allah mengabarkan kepada Malaikat sebelum menciptakan Adam
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata: mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman: sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui“. (QS. Al-Baqarah: 30)
Soal malaikat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, dan Jin diciptakan dari api yang menyala, dan Adam diciptakan sebagaimana disifatkan bagi kalian.”
Sementar Allah berfirman, “Dan Kami telah menciptakan Jin sebelum Adam dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr: 27)
Maka dalil ini menguatkan pendapat , ada Jin yang tinggal di atas muka bumi. Lalu, Allah menciptakan Nabi Adam. Pernyataan Malaikat bahwa Nabi Adam ‘alaihissalam dan keturunannya kelak akan berbuat kerusakan sama seperti yang dilakukan oleh sebagian kelompok Jin dikuatkan dengan kata Khalifah. Kata Khalifah dalam bahasa Arab bermakna pengganti sebagaimana Abu Bakar Ash-Shiddiq digelari sebagai Khalifah ar-Rasul (pengganti Rasulullah). Sehingga memberikan makna bahwa keberadaan Nabi Adam ‘alaihissalam di atas muka bumi sebagai makhluk dari yang sebelumnya yaitu Jin.
Di dalam surah Al-Baqarah ayat 30 ini seakan-akan Malaikat hendak berkata kepada Allah bahwa jika Allah hendak menciptakan makhluk yang senantiasa beribadah, maka mereka para Malaikat pun telah ada dan senantiasa beribadah kepada Allah. Dan kita ketahui tatkala Malaikat telah beribadah kepada Allah, maka tidak akan ada henti-hentinya dan tidak akan pernah futur. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Mereka (para Malaikat) selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al-Anbiya’: 20)
Dan kita bisa melihat bahwa di antara anak keturunan Nabi Adam terdapat orang-orang yang hebat. Di antaranya adalah para Nabi, para Rasul, para wali Allah dan lain-lain.
Nabi Adam diciptakan oleh Allah dari tanah. Allah berfirman, “Sesungguhya permisalan (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” (QS. Ali-‘Imran: 59)
Ayat ini sekaligus menjadi bantahan terhadap orang-orang Nasrani yang mengatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam yang lahir tanpa ayah, mengharuskan Nabi Isa dijadikan Tuhan.(RR)
HADITS QUDSI HARI INI
"Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang terhadapnya dari-Ku. Tidak ada yang paling Aku cintai dari seorang hamba kecuali beribadah kepada-Ku dengan sesuatu yang telah Aku wajibkan kepadanya. Adapun jika hamba-Ku selalu melaksanakan perbuatan sunah, niscaya Aku akan mencintanya. Jika Aku telah mencintainya, maka (Aku) menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya, (Aku) menjadi penglihatan yang dia melihat dengannya, menjadi tangan yang dia memukul dengannya, menjadi kaki yang dia berjalan dengannya. Jika dia memohon kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan dan jika dia minta ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni, dan jika dia minta perlindungan kepada-Ku, niscaya akan Aku lindungi."







