Jakarta, Harian Umum- Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga menyarankan Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno untuk tidak ragu mengangkat orang dekat maupun pendukungnya, dan didudukkan pada posisi-posisi strategis.
Pasalnya, sebagai pimpinan dari pemerintahan yang baru seumur jagung (tujuh bulan) namun telah mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK atas pengelolaan APBD 2017, Anies-Sandi membutuhkan tim yang solid, tim yang terdiri dari orang-orang yang sehaluan, sepemikiran dan yang mau bersama-sama bekerja keras untuk mencapai target yang terangkum dalam visi misi.
"Untuk ini, Anies-Sandi dapat meniru apa yang dilakukan Presiden Jokowi. Dia menempatkan banyak pendukungnya di BUMN, di lembaga-lembaga lama dan yang baru dibentuk. Terakhir, Jokowi melantik mantan Juru Bicara Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yahya Cholil Staquf, sebagai salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden," katanya di Jakarta, Kamis (31/5/2018).
Meski demikian Rico mengatakan, pengangkatan orang dekat dan pendukung tersebut tetap harus melalui tes oleh Tim Penitia Seleksi (Pansel) untuk mengukur kapasitas, kemampuan dan kompetensinya. Jika tidak memadai, abaikan, karena Anies-Sandi tetap harus fokus pada tujuan, sehingga orang dekat dan pendukung yang diangkat tidak justru menjadi hambatan atau bahkan batu sandungan.
"Artinya, dalam pengangkatan ini Anies-Sandi tetap berpegang pada prinsip profesionalisme, bukan kedekatan semata. Apalagi like and dislike," imbuhnya.
Aktivis senior ini mengakui, pengangkatan orang dekat dan pendukung memang tak hanya akan mendatangkan kritik, tapi juga cemooh dan bahkan serangan dari lawan politik, namun Anies-Sandi dapat mengantisipasinya dengan menunjukkan proses seleksi yang transparan, fair dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
"Kalau dari hasil seleksi itu kemudian didapat orang-orang yang bagus, kompeten, dan membuat pemerintahan Anies-Sandi makin bersinar, saya yakin kritik akan berubah menjadi pujian dan kata salut," tegasnya.
Seperti diketahui, Anies-Sandi telah seringkali didesak agar segera memutasi para pejabat yang diangkat di era Gubernur Ahok karena dikhawatirkan akan menghambat kinerja pemerintahan mereka.
Desakan ini juga muncul karena banyak sekali relawan yang pada Pilkada 2017 mati-matian berjuang memenangkan mereka, sehingga kini mereka menjabat sebagai gubernur dan Wagub DKI periode 2017-2022, kini hanya menjadi penonton tanpa reward apa pun.
Padahal, tak sedikit relawan yang bahkan tak segan-segan merogoh kocek sendiri demi menjadikan Anies-Sandi sebagai pemimpin di provinsi yang menjadi Ibukota NKRI ini.
Di sisi lain, secara mengejutkan, ada orang-orang yang diangkat Anies-Sandi, namun bukan yang ikut berkeringat memenangkannya. Orang-orang itu ditempatkan, antara lain, sebagai komisaris utama di BUMD.
Rico berharap Anies-Sandi selalu bijak, karena secara pribadi ia pun ingin melihat misi Anies-Sandi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang maju dan kota yang warganya bahagia, terwujud. (rhm)






